Its just like a normal day. He call me and asking where am I and here he is. He flew from Bali to my place in the same day. Dont get me wrong. He often come to Jakarta just to hv a coffee or craving some his fav food. Crazy rich, huh? I just finish my work and start to go to the place that he want to be. I tought its gonna same like a day what we hv before. Talks, chill, hv a dinner, laugh and get some coffee in the end. But its far from what I tought. When he saw me, he just come and hug me so tight. No words. He even yet to say hello to me. And I start to realized that someone is crying over my soulder. I hv no idea. What happen, actually? Is that so hurt and hard, dude? And I realized something on that day.... Do you guys ever feel to being 'home' for some people? Being such a the comfort place to lay on for ur bestfriend family or u named it, whatever its on their happy day or not, do you? Sometimes we just too busy to looking for the best 'home' in person without ...
Halo, gimana kemarin 2020 nya? He-he banget ya pasti :) Januari taun lalu, aku nulis tentang banjir di Jakarta. Ngga nyangka, taun ini banjir juga mengunjungi kota kelahiranku. And like the old song, narasi yang disampaikan oleh para petinggi negeri " hal ini dikarenakan curah hujan yang tinggi ". Beberapa temen deket ada yang rumahnya kena banjir. Ngga bisa tidur karna ya ngga tenang aja kalo air tiba-tiba naik. Mau makan juga ngga nafsu. Pemadaman listrik seharian. Mau kerja ya ngga bisa. Belum lagi pr buat bersihin sisa sisa lumpur. Udah diguyur ama wipol seliter pun masih tetep kecium aroma air got katanya. Being adult is not easy. Stay safe everyone
Beberapa pekan lalu, salah seorang sahabat lama menghubungi saya untuk sekadar bertemu dan mencoba salah satu gelato di kota ini. Dulu kami sedekat nadi namun sekarang kami sungguh jauh bagaikan matahari (buset dah). Tapi hey hari ini tidak ada hujan tidak ada angin tiba tiba dia mengajak saya keluar untuk gelato? Bagaimana bisa saya menolak..... Tentu saya iyakan (lebih ke pingin makan ice cream aja sih). Setelah mengiyakan ajakannya. Pertanyaan demi pertanyaan menghantui pikiran saya. Topik apa nanti yang harus saya bahas bersamanya. Obrolan apa yang harus saya obrolkan. Sapaan bagaimana untuk menyapa nya setelah sekian lama tidak berjumpa dll. Saya sempat ingin membatalkan janji temu tersebut tetapi akhirnya saya memilih untuk mengurungkannya. Karena toh silaturahmi adalah sebagian dari ibadah. Semoga pertemuan ini membawa kebaikan untuk masing masing kami. Kok jadi berat. Saya pun bertemu dengannya, pertanyaan demi pertanyaan yang tadi saya risaukan ternyata purna beg...
Comments
Post a Comment